Hasil Praktek Kerja



BAB III

HASIL PRAKTEK KERJA

A.     GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

       PT. Dycode Cominfotech Development bergerak dibidang pengembangan dan pembuatan perangkat lunak (Software). Perusahaan ini adalah satu dari beberapa perusahaan di Indonesia yang menjalankan pengembangan iOS sejak tahun 2008. Dan sekarang perusahaan ini telah menjalankan pengembangan dan pembuatan perangkat lunak (Software) dari berbagai platform. Misalnya Android, Blackberry, Windows Phone 7, Symbian, dan Meego.
       Dycode sendiri diambil dari dua kata, yaitu Dynamic dan Code. Perusahaan ini memulai usahanya dari kota Bandung, dan berkembang disana. Sejak tahun 2007 hingga sekarang.

B.                 PEKERJAAN YANG DILAKUKAN

1.             Mendalami Metode Pengembangan Perangkat Lunak SCRUM
a.       DEFINISI SCRUM
       SCRUM adalah metode pengembangan perangkat lunak yang dapat menyelesaikan permasalahan suatu pengembangan. Dimana pada saat bersamaan menghasilkan produk dengan nilai setinggi mungkin. Scrum sudah ditemukan pada sekitar awal tahun 1990-an.
       Scrum bukanlah sebuah proses ataupun teknik untuk mengembangkan produk. Scrum merupakan sebuah kerangka kerja dimana di dalamnya anda dapat memasukkan beragam proses dan teknik. Scrum akan mengekspos pergerakan efektifitas manajemen produk dan praktik pengembangan yang sedang anda jalani, dengan begitu anda dapat melakukan peningkatan.


1). ISI SCRUM
       Isi dari scrum ini terdiri dari beberapa bagian :
a).            Tim Scrum
Product Owner
       Product owner adalah orang yang berpengalaman dalam pembuatan atau pengembangan sebuah produk. Ia mengarahkan tim tentang apa saja yang harus dikerjakan. Dia seharusnya tidak terlibat dengan hal hal kecil dalam pembuatan atau pengembangan suatu produk. Dia tidak harus memimpin tim scrum, tapi dia orang yang bertanggung jawab atas masalah masalah yang timbul di semua tim, misalnya menentukan siapa yang harus menjadi scrum master untuk suatu tim, berapa banyak orang yang bisa masuk dalam satu tim, ada berapa banyak tim dan seterusnya.
       Product owner merupakan satu satunya orang yang akan bertanggung jawab mengelola product backlog. Pengelolaan product backlog mencakup :
(1).    Mengekspresikan dengan jelas item product backlog;
(2).    Mengurutkan item di dalam product backlog untuk mencapai tujuan dan misi dengan cara terbaik;
(3).    Mengoptimalkan nilai dari hasil pekerjaan tim pengembang;
(4).    Memastikan tim pengembang dapat memahami item dalam product backlog hingga batasan yang diperlukan;
       Product owner dapat saja mengerjakan pekerjaan-pekerjaan diatas, atau menyerahkan pengerjaannya kepada tim pengembang, namun satu satunya orang yang akan bertanggung jawab tetaplah product owner. Product owner adalah satu orang dan bukan merupakan komite. Product owner dapat menginspirasikan ide ide kedalam product backlog. Namun pengembang yang ingin merubah product backlog, harus melalui product owner terlebih dahulu.
       Agar product owner berhasil menjalankan tugasnya, seluruh organisasi harus menghormati dan mematuhi setiap keputusan yang ia buat. Keputusan dari product owner ini dapat dilihat dari isi dan urutan product backlog. Tidak ada seorang pun yang dapat memerintah tim pengembang untuk mengerjakan kebutuhan lain selain product owner. Dan tim pengembang pun tidak diperbolehkan untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh pihak lain selain product owner.
Tim Pengembang
       Tim pengembang terdiri dari para professional yang bekerja untuk menghasilkan tambahan  potongan  produk ”Selesai”, yang berpotensi untuk dirilis di setiap akhir sprint. Hanya anggota tim pengembang yang mengembangkan inkremen ini.
       Tim pengembang dibentuk dan didukung oleh organisasi untuk mengatur dan mengelola pekerjaannya secara mandiri.
Tim pengembang memlik karakteristki sebagai berikut:
(1).    mereka mengatur dirinya sendiri. Tidak ada satu orang pun (bahkan scrum master) yang memerintah tim pengembang bagaimana cara merubah product backlog menjadi inkremen yang berpotensi untuk dirilis;
(2).    tim pengembang memiliki semua keahlian yang diperlukan untuk menghasilkan potongan produk yang berkualitas;
(3).    tim pengembang tidak mengenal adanya sub-tim yang dikhususkan untuk bidang tertentu seperti pengujian atau analisa bisnis;
(4).    anggota tim pengembang boleh memiliki spesialisasi keahlian dan focus di satu area tertentu.
(a).  Ukuran Tim Pengembang
Jumlah anggota tim pengembang adalah cukup kecil untuk dapat berkoordnasi dengan cepat, dan cukup besar untuk dapat menyelesaikan pekerjaan dalam satu sprint.
(b). Scrum Master
Adalah seorang pemimpin yang melayani tim scrum. Scrum master bertanggung jawab untuk memastikan scrum telah dipahami dan dilaksanakan. Scrum master melakukannya dengan memastikan tim scrum mengikuti teori, praktik, dan aturan main scrum.
(c).  Layanan Scrum Master kepada Product Owner
·           Mencari teknik yang paling efektif untuk mengelola product backlog;
·           Membantu tim scrum untuk memahami pentingnya product backlog item yang jelas dan padat;
·           Memastikan product owner tahu bagaimana mengelola product backlog guna memaksimalkan nilai produk;
·           Layanan Scrum Master kepada Tim Pengembang;
·         Membantu tim pengembang untuk membuat produk bernilai tinggi;
·         Menghilangkan hambatan-hambatan yang dialami oleh tim pengembang
b).            Tahap-Tahap Metode Scrum
       Tahap-tahap wajib dalam metode scrum ada untuk menciptakan sebuah kesinambungan dan mengurangi adanya tahap-tahap lain yang tidak tercantum didalam scrum. Setiap tahap didalam scrum memiliki batasan waktu, yang artinya selalu memiliki durasi maksimum. Pada saat sprint dimulai, durasinya tetap dan tidak dapat diperpendek maupun diperpanjang.
(1).        Sprint
       Jantung dari scrum adalah sprint, sebuah batasan waktu selama satu bulan atau kurang, dimana sebuah inkremen yang “selesai”, berfungsi, berpotensi untuk dirilis. Sprint biasanya memiliki waktu yang konsisten sepanjang proses pengembangan produk. Sprint yang baru, langsung dimulai setelah sprint yang sebelumnya berakhir.
Peratutan Sprint :
(a).  Tidak boleh ada perubahan yang dapat membahayakan tercapainya Sprint goal;
(b). Kualitas dari sprint goal tidak boleh menurun.
Sprint dibatasi pada satu bulan kalender. Bila jangka waktu sprint terlalu panjang, maka definisi mengenai apa yang akan dibangun dapat berubah, kompleksitas dapat meningkat, dan resiko dapat bertambah.
Membatalkan Sprint :
Sprint dapat dapat dibatalkan sebelum batasan waktu sprint selesai. Hanya product owner yang boleh membatalkan sprint, walaupun keputusan yang dia buat mungkin saja dipengauhi oleh Tim Pengembang, ataupun Scrum Master. Sprint dibatalkan apabila sprint goal sudah tidak sesuai harapan mula mula. Hal ini dapat terjadi apabila arahan perusahaan berubah, atau bila kondisi pasar atau teknologi berubah. Pada umumnya, sprint harus dibatalkan apabila sprint menjadi tidak masuk akal lagi apabila dilanjutkan. Namun karena batasan waktu sprint yang singkat, pembatalan biasanya jarang terjadi. Pembatalan sprint membuang tenaga, karena semua orang harus menyusun kembali kelompoknya dalam sprint planning baru untuk memulai sprint baru. Pembatalan sprint sering menyebabkan trauma bagi tim scrum, dan sangat jarang terjadi.
(2).        Sprint Planning
       Pekerjaan yang akan dilaksanakan didalam sprint direncanakan pada saat sprint planning. Sprint planning dibatasi maksimum delapan jam untuk sprint yang berdurasi satu bulan. Untuk sprint yang lebih pendek, batasan waktunya biasanya lebih singkat. Scrum master memastikan bahwa tahap ini dilaksanakan dan setiap hadirin memahami tujuannya. Scrum master mengedukasi tim scrum untuk melaksalnakannya dalam batasan waktu yang telah ditentukan.
(3).        Sprint Goal
       Sprint Goal adalah sekumpulan tujuan yang akan dicapai dalam suatu sprint sepanjang pengimplementeasian product backlog. Sprint goal memberikan arahan bagi tim pengembang mengapa mereka mengembangkan inkremen dalam sprint tersebut. Sprint goal dibuat pada saat sprint planning.

(4).        Artefak Scrum
       Artefak scrum mempresentasikan pekerjaan atau nilai, bertujuan untuk menyediakan transparansi, dan kesempatan-kesempatan untuk peninjauan dan adaptasi.
(a).      Product Backlog
Product backlog pada dasarnya adalah daftar kebutuhan, atau story, atau fitur. Product backlog berisi apa yang pelanggan kehendaki, dan yang paling penting ditulis dengan bahasanya pelanggan.


C.                Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja yang penulis lakukan selama masa PSG berlangsung, terbagi menjadi beberapa bagian :
1.      Prosedur Kerja Pada Saat PKL Berlangsung
a.       Memakai Pakaian Bebas Pantas.
b.      Kerja dimulai jam 09.00 WIB.
c.       Sehari 9 jam kerja.
d.      Diperbolehkan memakai sandal/sepatu.
e.       Diperbolehkan memakai kemeja/kaos.
f.       Membawa peralatan kerja.
g.      Siap menerima perintah.
h.      Siap menerima materi.
i.        Dalam keadaan sadar (tidak mabuk atau berada dibawah pengaruh obat-obatan).
2.    Prosedur Kerja Materi
Menggunakan Scrum Pada Salah Satu Tools Scrum : Scrumwise.com
       Pada sub-bab ini akan saya rincikan tentang penggunaan metode scrum pada salah satu tools-nya; scrumwise.com
a.    Tentang Scrumwise.com
Scrumwise.com merupakan salah satu situs pemakaian metode scrum. Dengan tools ini, anda bisa menjalankan metode scrum secara tertulis.
b.    Kenapa memilih Scrumwise.com ?
Dalam hal ini, menyangkut pengalaman penulis yang melakukan Pendidikan Sistem Ganda di PT. Dycode Cominfotech Development. Perusahaan ini menggunakan scrumwise.com sebagai toolsnya. Dan penulis pun mempelajari tentang scrumwise.com disana.
c.    Selain scrumwise.com ?
Ada banyak sekali scrum tools di internet. Beberapa yang penulis ketahui adalah :
(1).                   Scrumwise.com
(2).                   Versionone.com
(3).                   Axosoft.com
(4).                   Icescrum.com
(5).                   Scrumdesk.com
Langkah langkah pemakaian scumwise.com
       Pada pemakaian scrumwise.com ini, anda harus mempunyai akun perusahaan terlebih dahulu, barulah anda bisa mengakes pemakaian metode scrum disini. Namun, kali ini saya akan memberikan tutorial bagi anda yang ingin mencoba metode scrum pada scrumwise.com ini.
 
Adapun langkah-langkah untuk mulai mencoba scrumwise.com ini sebagai berikut :
(1). Buka browser anda lalu ketik scrumwise.com. akan muncul tampilan sebagai berikut :

Gambar 3.1.        Browser dan scrumwise.com
Klik Try Now pada pojok kanan atas
(2). Setelah anda klik Try Now, tampilan akan berubah sebagai berikut :

Gambar 3.2.        Memasuki area Try Now
Disini anda belum bisa memakai metode scrum pada scrumwise.com. anda harus meregistrasi akun anda.
(3). Untuk itu, klik To keep your account click here. Tampilan akan ditimpa oleh form baru seperti berikut ini :

Gambar 3.3.        Registrasi akun untuk melanjutkan
Isi First Name, E-mail, dan Password.
(4). Contoh pengisian :

Gambar 3.4.        Contoh pengisian registrasi akun
Klik Done
(5). Tampilan selanjutnya akan kembali kepada tampilan awal

Gambar 3.5.        Kembali ke tampilan awal
Step selanjutnya adalah penambahan developer kedalam tim scrum. Klik People.
(6). Tampilan People :

Gambar 3.6.        Penambahan anggota tim
Klik add a person untuk menambahkan anggota.
(7). Form akan ditimpa sebagai berikut :

Gambar 3.7.        Pengisian penambahan anggota tim
Isi First name, Last name, dan E-mail para angota tim. Maka sebuah link akan dikirimkan kepada masing-masing e-mail anggota.
(8). Contoh pengisian :


Gambar 3.8.        Contoh pengisian penambahan anggota
Cek lah email yang telah didaftarkan. Scrumwise.com sudah mengirimkan link agar para anggota tim dapat masuk ke akun perusahaan ini.
(9). Buka email yang telah didaftarkan. Kemudian klik link yang telah dikirimkan scrumwise.com. contoh:

Gambar 3.9.        Link yang dikirimkan untuk mengakses scrumwise.com
Klik link tersebut. Tahap selanjutnya adalah pembuatan password.
(10).            Link yang dikirimkan akan mengarahkan anda pada form pengisian password seperti dibawah ini:

Gambar 3.10.    Pengisian password akun anggota tim
Isilah password sesuai keinginan anda, kemudian klik activate my account.
(11).            Setelah itu, anda akan langsung diarahkan kepada form yang sama dengan admin kantor :


Gambar 3.11.    Registrasi anggota telah selesai
(12).            Step selanjutnya, anda harus kembali kepada form People:


Gambar 3.12.    Kembali ke form people
Ini adalah tampilan pertama ketika anda kembali ke form People. 
(13).            Langkah selanjutnya, drag kotak novit menuju kolom product owners in this project dan drag kota novia menuju kolom team 1 atau sebaliknya, atau sesuai kebutuhan anda. Contoh :

Gambar 3.13.    Penaruhan komponen-komponen anggota
(14).            Langkah selanjutnya anda harus meng klik kolom backlog untuk menuju form backlog. Bila form backlog sudah terbuka, tampilan akan berubah sebagai berikut :


Gambar 3.14.    Tampilan form backlog
Anda dapat mensetting item-item backlog ini dengan cara mengklik pada setiap judul kolom.

(15).            Contoh :


Gambar 3.15.    Contoh pensettingan item backlog
(16).            Step selanjutnya dilanjutkan pada form sprints

Gambar 3.16.    Form sprints
(17).            drag item backlog ke dalam kolom team 1. Contoh :

Gambar 3.17.    Pembuatan sprints
Kemudian klik start this sprints.
(18).            Atur tanggal kemudian klik start the sprints

Gambar 3.18.    Pengaturan tanggal sprints
 
(19).            Pada form task board inilah anda memanage pekerjaan mana yang anda sedang kerjakan maupun sudah anda selesaikan

Gambar 3.19.    Form task board
(20).            Form burn down akan memperlihatkan anda grafik kemajuan pekerjaan anda.

Gambar 3.20.    Form grafik burn down
       Demikian tutorial yang dapat saya pelajari dan saya bagi kepada anda. Semoga tutorial ini dapat membantu anda sekalian yang juga sedang mendalami metodolodi scrum dengan menggunakan tools scrumwise.com ini.

Realisasi Pemakaian Scrumwise.com
       Dalam tahap ini, penulis merealisasikan pemakaian scrumwise.com dengan project eclipse milik teman penulis. Adapun tahap-tahap yang ada sebagai berikut :
DAY 1
(1).    Buka scrumwise.com pada web browser anda.

Gambar 3.21.    Login pada scrumwise.com
(2).    Keep your account

Gambar 3.22.    Keep your account 
(3).    Buat project

Gambar 3.23.    Buat project
(4).    Ubah waktu menjadi satuan jam

Gambar 3.24.    Mengubah satuan waktu menjadi jam
(5).    Menambahkan anggota pembuatan project


Gambar 3.25.    Penambahan anggota
(6).    Pembuatan backlog

Gambar 3.26.    Pembuatan backlog
(7).    Pembuatan task di dalam backlog


Gambar 3.27.    Pembuatan task di dalam backlog
(8).    Settingan task pada backlog

Gambar 3.28.    Settingan task pada backlog

(9).    Permulaian pembuatan project


Gambar 3.29.    Pemulaian pembuatan project
DAY 2
(1).    Prosesi pembuatan backlog yang lain


Gambar 3.30.    Prosesi pembuatan baklog lainnya
(2).    Keterangan task dalam progress


Gambar 3.31.    Keterangan task dalam progress
(3).    Grafik perkembangan hari kedua


Gambar 3.32.    Grafik perkembangan hari kedua
DAY 3
(1).    Deskripisi sebuah backlog yang telah selesai
 


Gambar 3.33.    Deskripsi sebuah backlog yang telah selsai

 
(2).    Deskripsi task dan backlog yang telah selesai

Gambar 3.34.    Deskripsi task dan backlog yang telah selesai
(3).    Grafik perkembangan prosesi pembuatan backlog


Gambar 3.35.    Grafik perkembangan prosesi pembuatan backlog
DAY 4
(1).    Notifikasi bahwa task telah selesai

Gambar 3.36.    Notifikasi bahwa task telah selesai
(2).    Tampilan backlog yang telah selesai


Gambar 3.37.    Tampilan backlog yang telah selesai
(3).    Task dalam progress


Gambar 3.38.    Task dalam progress
(4).    Grafik perkembangan


Gambar 3.39.    Grafik perkembangan

DAY 5
(1).    Penyelesaian sebuah backlog

Gambar 3.40.    Penyelesaian sebuah backlog
(2).    Proses backlog selanjutnya

Gambar 3.41.    Proses backlog selanjutnya
(3).    Burndown

Gambar 3.42.                    burndown
DAY 6
(1).    Pemulaian backlog terakhir

Gambar 3.43.    Pemulaian backlog terakhir
(2).    Task board

Gambar 3.44.    Task board
(3).    Burndown

Gambar 3.45.    Burndown

D.                Permasalahan Yang Dihadapi
Adapun permasalahan yang dihadapi penulis dalam pembuatan laporan pertanggung jawaban ini adalah sebagai berikut :
1.      Permasalahan dalam pendalaman materi.
2.      Permasalahan dalam bahan pembuatan laporan.
3.      Permasalahan dalam fokus dalam pembuatan materi.
4.      Permasalahan dalam pengembangan materi.
5.      Materi sulit untuk dipelajari.
6.      Source – source yang penulis dapat dari internet benar benar sulit dikuasai.
7.      Sempat berfikir untuk mengganti judul laporan pertanggung jawaban.
8.      Sulit untuk merangkai kalimat baku.
9.      Kesulitan dalam penjadwalan pembuatan laporan pertanggung jawaban.
10.  Kesulitan menjelaskan materi dengan jelas.
11.  Kesulitan menghubungi pembimbing dan staff-staff kantor untuk meminta tolong dalam pendalaman materi.
12.  Karna jarak yang jauh dengan orang tua, penulis kesulitan dalam fokus mengerjakan tugas.


E.                 Pemecahan Masalah
       Disini penulis akan bercerita sedikit tentang pemecahan masalah kepada masalah yang penulis hadapi sewaktu Pendidikan Sistem Ganda berlangsung. Pertama, pilihlah materi yang benar benar pembaca dapat kuasai dan kembangkan. Tidak ada hasil yang lebih baik kecuali kita mengambil materi yang benar benar kita pahami, kuasai, dan apalagi dapat kita kembangkan. Ceritakan materi tersebut kepada mereka yang ingin membaca, dengan tulisan yang mudah dimengerti, sesuai dengan pengertian diri masing-masing. Jangan melebih lebihkan penjelasan. Kedua, carilah referensi paling baik menurut anda, yang bisa anda percaya, pahami dengan baik, dan bisa anda kembangkan. Referensi yang baik merupakan kunci yang penting dalam pendalaman materi. Kalau perlu, carilah tutor yang dapat menjelaskan kepada anda secara rinci dan dapat anda pahami juga dapat anda kembangkan. Ketiga, fokuslah kepada bahan yang anda ambil. Jangan membuat imajinasi dan pengertian sendiri. Cari kembali pengertiannya dan artikan dalam bahasa anda. Dan pastikan pengertiannya benar. Keempat, pengembangan materi dalam pembuatan laporan pertanggung jawaban sangatlah penting. Anda harus dapat mengembangkan materi, agar pembaca tidak bingung dengan istilah istilah yang sudah ada. Kelima, buat lah penjadwalan pembuatan laporan pertanggung jawaban, agar anda bisa mengkoordinasi pembuatan laporan pertanggung jawaban anda dan tidak tertunda tunda. Keenam, taatlah kepada penjadwalan tersebut. Karna tentu akan percuma jika anda sudah membuat penjadwalan namun tidak mentaatinya. Ketujuh, jika anda kesulitan dalam mencerena materi, minta lah kerabat dekat untuk bantu membaca dan menjelaskan kepada anda. Hal ini penulis lakukan, penulis tanyakan kepada kerabat kerabat dekat penulis dan penulis minta untuk menjelaskan pada penulis. Kedelapan, mintalah kontak kontak aktif staff-staff yang bisa anda minta tolongi bantuan dalam pendalaman materi. Kesembilan, karna jarak, sering seringlah untuk menghubungi kedua orangtua, kakak, dan adik-adik anda. Itu akan sangat membantu fokus anda.
       Demikianlah pemecahan masalah penulis dari permasalahan permasalahan yang penulis hadapi ketika pembuatan laporan pertanggung jawaban maupun keitka Pendidikan Sistem Ganda berlangsung. Semoga dapat membantu pembaca sekalian dalam memecahkan masalahnya masing masing.






















Categories:

Leave a Reply